Menu ✖

Mode Gelap
Pedang Pora Warnai Pelepasan Wakapolda Sulteng Helmi Kwarta ke Mabes Polri Kapolda Rizal Irawan Pimpin Sertijab Wakapolda Sulteng dan Kapolres Parimo Hadiri Pesantren Lansia, Wagub Reny Ajak Lansia Jaga Kesehatan dan Perkuat Iman Kapolda Sulteng Gelar Jumat Keliling, Ajak Masyarakat Jaga Keamanan Bersama Buka Festival Danau Poso 2026, Anwar Hafid Tekankan Budaya, Lingkungan, dan Ekonomi Rakyat Polda Sulteng dan BNNP Kembali Gerebek Kayumalue, Dua Orang Diamankan

Sulawesi

Gubernur Anwar Hafid Ajak Kampus Hasilkan Riset Berdampak untuk Percepat Pembangunan Sulawesi Tengah

badge-check


					Gubernur Sulteng, Dr. Anwar Hafid, M.Si. (Foto: Istimewa) Perbesar

Gubernur Sulteng, Dr. Anwar Hafid, M.Si. (Foto: Istimewa)

Karama.id – Palu, Gubernur Sulawesi Tengah (Sulteng), Dr. Anwar Hafid, M.Si. mendorong perguruan tinggi untuk memperkuat perannya sebagai mitra strategis pemerintah dalam mendorong pembangunan daerah melalui riset, inovasi, dan pengabdian kepada masyarakat. Menurutnya, hasil penelitian yang dilakukan kampus harus mampu menjawab persoalan nyata yang dihadapi masyarakat dan menjadi dasar dalam penyusunan kebijakan pembangunan.

Hal tersebut disampaikan Anwar Hafid saat menjadi pembicara pada kuliah tamu bertajuk “Kampus Berdampak untuk Sulteng Nambaso: Inovasi, Riset, dan Pengabdian dalam Mendukung Transformasi Daerah” yang digelar di Aula Fakultas Kedokteran Universitas Alkhairaat (UNISA) Palu, Senin (29/6/2026).

Di hadapan pimpinan universitas, dosen, mahasiswa, dan sivitas akademika, Anwar menegaskan bahwa perguruan tinggi memiliki sumber daya intelektual yang sangat dibutuhkan untuk membantu pemerintah merumuskan kebijakan pembangunan yang tepat sasaran.

Baca Juga:
Gubernur Anwar Hafid Sambut Kepulangan 175 Jamaah Haji Asal Sulteng

“Riset di perguruan tinggi jangan hanya menjadi syarat akademik atau berhenti sebagai laporan penelitian. Hasilnya harus mampu memberikan solusi atas persoalan yang dihadapi masyarakat dan menjadi bahan pertimbangan pemerintah dalam mengambil kebijakan,” ujarnya.

Sebagai bentuk kolaborasi antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi, Anwar Hafid menawarkan konsep desa binaan yang dapat diintegrasikan dengan program Kuliah Kerja Nyata (KKN). Melalui program tersebut, mahasiswa diharapkan melakukan needs assessment atau pemetaan kebutuhan masyarakat secara langsung dari rumah ke rumah.

Menurutnya, pendekatan tersebut akan menghasilkan data yang lebih akurat mengenai persoalan di masyarakat sehingga rekomendasi yang lahir benar-benar sesuai dengan kebutuhan daerah.

“Mahasiswa harus hadir di tengah masyarakat, mendengarkan langsung kebutuhan mereka. Dari situlah akan lahir rekomendasi yang benar-benar dibutuhkan untuk pembangunan daerah,” katanya.

Anwar Hafid menilai pembangunan daerah tidak cukup hanya mengandalkan pembangunan infrastruktur. Investasi terbesar yang harus dilakukan adalah membangun kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan yang merata dan berkualitas.

Ia mengungkapkan, visi Sulteng Nambaso lahir dari hasil kajian terhadap kondisi pendidikan di Sulawesi Tengah yang menunjukkan masih tingginya angka putus sekolah. Sekitar separuh lulusan SMP tidak melanjutkan ke jenjang SMA, sementara sekitar 50 persen lulusan SMA juga belum melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi, yang sebagian besar dipengaruhi faktor ekonomi.

“Kita ingin memastikan masyarakat memiliki kesempatan yang sama untuk memperoleh pendidikan. Sulawesi Tengah hanya akan menjadi daerah yang besar apabila memiliki sumber daya manusia yang unggul,” tegasnya.

Baca Juga:
Komisi II DPR RI Dorong Gaji PPPK Guru dan Nakes Daerah Didukung APBN

Untuk menjawab tantangan tersebut, Pemerintah Provinsi Sulteng menjalankan berbagai program prioritas melalui konsep 9 Berani, di antaranya Berani Cerdas untuk memperluas akses pendidikan dan Berani Sehat guna meningkatkan pelayanan kesehatan masyarakat.

Menurut Anwar Hafid, seluruh program tersebut diarahkan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat, mempercepat pembangunan daerah, sekaligus menurunkan angka kemiskinan secara berkelanjutan.

Kuliah tamu berlangsung interaktif dengan dihadiri Rektor Unisa Dr. Muhammad Yasin, M.P., para dosen, mahasiswa, serta sivitas akademika Universitas Alkhairaat yang antusias mengikuti diskusi mengenai peran perguruan tinggi dalam mendukung transformasi pembangunan Sulteng.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending di Sulawesi